Film ini mengisahkan perjalanan hidup Logan sebagai mutan sebelum bergabung dengan X-Men. Diawali dengan cerita masa kecil Logan "Wolverine" (Hugh Jackman) dan saudaranya Victor Creed “Sabretooth” (Liev Schreiber) . Pertemuannya dengan William Stryker (Danny Huston) pimpinan proyek Weapon-X akhirnya membuat kedua bersaudara ini saling bermusuhan.
Setelah kekasihnya dibunuh oleh Victor, Logan pun menuntut balas dan terjadilah pertarungan antara Logan dan Victor dan pertarungan tersebut dimenangkan oleh Victor dengan menghancurkan cakar tulang yang dimiliki Logan.
Kemudian Logan menerima tawaran Jenderal Stryker untuk menjadikan dirinya sebagai bahan percobaan dengan memasukkan bahan yang sangat keras ke dalam tubuhnya. Percobaanpun berhasil, cakar Logan yang semula berupa tulang biasa menjadi logam yang keras dan tajam.
Akhirnya Logan mencari Victor untuk membalas dendam kembali dan kemudian Logan mengetahui bahwa percobaan Jenderal Stryker terhadap dirinya merupakan usaha untuk menciptakan mutan kuat bernama Weapon X.
Akhirnya Logan dan Victor bergabung untuk melawan Weapon X, sebuah mutan hasil percobaan Jenderal Stryker. Di akhir cerita, Logan menjadi hilang ingatan karena tembakan peluru adamantium di kepalanya.
My Profil
- Ramadhan Blog
- " Hai Nama Aku Puguh"
Searching
Kamis, 28 Oktober 2010
Jumat, 22 Oktober 2010
IKHLAS
Ikhlas sifatnya non material
Rela hati menelusuri kehidupan
Dengan tetesan keringat dan air mata
Dengan pengorbanan sebuah eksistensi diri
Terkena panasnya terik sang surya
Hanya untuk mengharmonisasikan semesta.
Adakah keikhlasan tersimbolkan
Bukankah simbol tuntutan syariat
Menemukan spiritualitas melalui keikhlasan memberi
Dan tersingkapnya tabir
Rela hati menelusuri kehidupan
Dengan tetesan keringat dan air mata
Dengan pengorbanan sebuah eksistensi diri
Terkena panasnya terik sang surya
Hanya untuk mengharmonisasikan semesta.
Adakah keikhlasan tersimbolkan
Bukankah simbol tuntutan syariat
Menemukan spiritualitas melalui keikhlasan memberi
Dan tersingkapnya tabir
Jumat, 15 Oktober 2010
Review Film ‘Street Fighter: The Legend of Chun-Li’
Film ini menceritakan tentang kehidupan Chun-Li (Kristin Kreuk). Chun Li bercita-cita menjadi seorang pianis dalam sebuah orkestra. Sayangnya karena suatu keadaan, Chun Li harus menjadi seorang petarung.
Xiang (Edmund Chen), ayah Chun-Li pindah ke Hong Kong dan ini menjadi awal yang menentukan masa depan Chun-Li. Suatu hari, Xiang didatangi Bison (Neal McDonough) yang memaksa Xiang bekerja untuknya. Karena tidak kuasa melawan Bison dan dengan pertimbangan keselamatan keluarganya, akhirnya Xiang bersedia bekerja untuk Bison.
Beberapa tahun kemudian Chun-Li mendapat sebuah kiriman berisi sebuah manuskrip yang ditulis dalam huruf China kuno. Chun-Li yang merasa tak lagi memiliki siapa-siapa sejak meninggalnya ibunya kemudian memutuskan berangkat ke Bangkok atas saran seorang wanita tua yang mengatakan bahwa ia harus menemukan pria bernama Gen (Robin Shou) setibanya di Bangkok nanti.
Keberangkatan Chun-Li ke Bangkok ini menjadi sebuah petualangan berbahaya yang ada hubungannya dengan Bison dan hilangnya ayah Chun Li. Namun mengalahkan Bison bukanlah hal yang mudah karena Bison dikelilingi oleh banyak anak buah. Chun-Li, dibantu oleh Gen dan dua orang detektif, kemudian berusaha membekuk Bison yang terlibat serangkaian tindak kejahatan.
Xiang (Edmund Chen), ayah Chun-Li pindah ke Hong Kong dan ini menjadi awal yang menentukan masa depan Chun-Li. Suatu hari, Xiang didatangi Bison (Neal McDonough) yang memaksa Xiang bekerja untuknya. Karena tidak kuasa melawan Bison dan dengan pertimbangan keselamatan keluarganya, akhirnya Xiang bersedia bekerja untuk Bison.
Beberapa tahun kemudian Chun-Li mendapat sebuah kiriman berisi sebuah manuskrip yang ditulis dalam huruf China kuno. Chun-Li yang merasa tak lagi memiliki siapa-siapa sejak meninggalnya ibunya kemudian memutuskan berangkat ke Bangkok atas saran seorang wanita tua yang mengatakan bahwa ia harus menemukan pria bernama Gen (Robin Shou) setibanya di Bangkok nanti.
Keberangkatan Chun-Li ke Bangkok ini menjadi sebuah petualangan berbahaya yang ada hubungannya dengan Bison dan hilangnya ayah Chun Li. Namun mengalahkan Bison bukanlah hal yang mudah karena Bison dikelilingi oleh banyak anak buah. Chun-Li, dibantu oleh Gen dan dua orang detektif, kemudian berusaha membekuk Bison yang terlibat serangkaian tindak kejahatan.
Jumat, 08 Oktober 2010
Linux dan GUI (windows)
Windows hanya memiliki satu GUI (Graphical User Interface) dan tidak bisa hidup tanpa GUI. Linux tidak punya Windows, tapi punya “window-window” atau X-Window. Artinya, secara bersamaan kita dapat menjalankan beberapa GUI, misalnya KDE (mirip Windows XP), GNOME (mirip Windows Me), IceWM (mirip Windows 95/98), fvwm (mirip Windows 3.11), dan lain-lain. Lebih hebat lagi, Linux dapat hidup tanpa GUI. Server-server berbasis Linux, misalnya mail server qmail yang setara MS Exchange server, dapat bekerja dengan baik pada komputer Pentium I atau yang lebih kuno, dengan RAM 64 MB atau lebih kecil. Linux memiliki TUI (Text User Interface) untuk mengadministrasi sistem, misalnya YaST di SUSE dan drakxconf di Mandriva, yang dapat berjalan tanpa X Window. Linux dapat memiliki GUI seperti Windows XP dengan hardware yang setara dengan persyaratan untuk Windows XP, misalnya minimal Pentium III, RAM 128 MB, dan sebagainya.
Langganan:
Komentar (Atom)