Nama : Puguh Ramadhan
Npm : 50407665
Kelas : 4 IA 03
RANGKUMAN
Penggunaan teknik kendali Fuzzy Logic telah cukup meluas pada berbagai aplikasi mulai dari kendali proses industri, elektronika rumah tangga, kendali robot dan lain-lain tetapi sebagian besar implementasinya menggunakan mikrokontroler atau personal computer. . Implementasi kendali fuzzy logic pada PLC menjadi mudah dilakukan sejak tersedia modul-modul fuzzy bagi PLC dan modul-modul tersebut sangat membantu dalam mempersingkat waktu yang diperlukan untuk pengembangan sistem kendali fuzzy logic.
Perancangan sistem kendali kecepatan putaran motor servo DC ini dibagi atas dua bagian yang saling berkaitan satu dengan lainnya, yaitu perencanaan perangkat keras dan perencanaan perangkat lunak. Pada perangkat keras rangkaian driver mempunyai input 4 – 20mA yang didapat dari PLC melalui Analog Output Unit (DA001). Dengan mengatur tegangan lampu maka dengan demikian juga dapat mengatur daya dari lampu tersebut sehingga dihasilkan beban yang variabel. Perencanaan perangkat lunak dilakukan pembuatan Membership Function dan Fuzzy If-Then Rule, Membership function untuk masing-masing input dan output dari kontrol kecepatan motor dan kontrol tegangan output generator dibuat sama dan proses pembuatan fuzzy if-then rule dilakukan dengan mengekstrak kemampuan manusia dalam mengendalikan suatu sistem kendali.
Data hasil pengujian diambil dengan bantuan software SCADA yaitu Intellution Fix. Software ini berjalan di personal computer dan berkomunikasi dengan PLC melalui serial port. Dalam pengujian ini diambil 3 macam variasi Setting Point (SP) yang diberikan pada sistem. Gambar 6 menunjukkan respon sistem terhadap setting point 300 rpm, 400 rpm, 500 rpm. Dari grafik-grafik respon sistem terhadap pembebanan tersebut dapat dilihat bahwa Settling Time (ts) untuk pengujian dengan variasi beban (1 lampu, 2 lampu, 3 lampu) hampir sama cepatnya. Steady state error (Es) untuk setiap beban yang diberikan tidaklah jauh berbeda atau hampir sama. Sehingga dapat dikatakan sistem kendali memiliki respon yang baik.
Dari grafik-grafik pengujian respon sistem terhadap variasi jumlah label menunjukkan bahwa Settling time (ts) untuk setiap jumlah label yang diujikan sama cepat dan tidak jauh berbeda satu dengan lain. Steady state error (Es) yang terbaik adalah sistem dengan 7 label membership function. Sistem yang menggunakan 6 label membership function mempunyai steady state error (Es) terburuk, hal ini disebabkan karena tidak ada zero dan dari penelitian dan eksperimen dilakukan, penggunaan PLC dalam industri tidak terbatas pada proses-proses sekuensial tetapi dapat dikembangkan sampai penerapan sistem kendali yang lebih kompleks khususnya kendali fuzzy logic.
My Profil
- Ramadhan Blog
- " Hai Nama Aku Puguh"
Searching
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar